Ya,jadi tepat seminggu yang lalu
aku putus dari pacar aku,dia yang mutusin dengan alasan yang nggak mungkin aku
kasih tau di sini *sok misterius* Jadi,seharusnya tanggal 3 bulan ini bulan kelima
kita pacaran,tapi karena udah putus jadi sudah tidak ada lagi kita antara aku
sama pacar aku huehehhe
Di postingan ini aku cuma mau
curhat dan berbagi kegalauan sama kalian semua yang lagi baca ini (kalo emang
ada yang baca). Jujur,setelah kami putus aku merasa kehilangan banget karena
aku sudah terlalu nyaman sama Fredrik. Kami dulu pacaran nya sudah sampai level
“kalau mau kentut nggak usah jaim lagi”. Ya,sudah sampai senyaman itu lalu
tiba-tiba hari Minggu tanggal 27 Desember 2015 Fredrik nya minta putus. Galau
dong aku nya,nangis nggak berenti sampai 3 hari,drama abis pokoknya. FYI,aku
putus sama Fredrik dengan cara baik-baik,nggak ada pertengkaran sebelumnya. Ada
sih,tapi beberapa bulan yang lalu. Fredrik nya pun masih baik sama aku,walau
aku tau dia sempat terganggu sama chat rutin dari aku.
Sehari pasca putus aku masih
belum rela,jadi aku masih nge chat dia rutin. Ya aku tau itu salah,tapi orang
yang sedang putus cinta kadang berpikir tanpa mengandalkan logika. Itu wajar
sih menurut aku. It’s a human thing. Terus beberapa hari setelahnya aku tau
alasan Fredrik minta putus yang sebenernya tuh apa,terus ternyata dia juga
terganggu gegara aku masih nge chat dia tiap hari. Sakit sih sebenernya. Ya sih
ya,kadang kebenaran itu lebih sakit daripada kebohongan.
Terus malamnya,Fredrik nya bilang kalau aku
mau curhat aku bisa-bisa aja gitu curhat ke dia. Dia minta maaf karena selama
ini kurang terbuka sama aku,dan dia juga akhirnya tau perasaan aku tuh kayak
gimana. And voila! Hari ini aku curhat sama dia udah kayak layaknya temen,bukan
mantan. Seenggknya aku sih yang merasa begitu,nggak tau si Fredrik nya gimana.
Banyak banget sih pelajaran yang
bisa aku ambil dari seminggu belakangan ini. Aku belajar tentang
kehilangan,memaafkan,merelakan,dan meninggalkan apa yang sudah seharusnya
ditinggalkan dan digantikan sama yang lebih baik,entah itu pacar,atau apa pun.
Kehilangan seseorang yang kamu
sayang bukan berarti kamu harus cepat-cepat mencari penggantinya untuk menutupi
rasa kehilangan kamu itu. Kamu perlu waktu untuk menikmati masa-masa kesendirian
kamu. Seperti misalnya aku kehilangan Fredrik,aku nggak harus buru-buru cari
pacar baru karena sebenarnya aku belum siap ada orang baru lagi.
Orang yang baru putus cinta
memang begitu. Apalagi cewek. Ia nggak akan terima sama keadaan dan maunya
nangis terus,gala uterus,flashback terus. Girls,jangan takut,itu semua wajar.
Perempuan-perempuan di luar sana yang habis putus cinta pun akan melakukan hal
yang sama.
Tapi ingat,kehilangan bukan
artinya kamu bebas untuk mewek dan galau selamanya. Kamu harus move on,move on
bukan berarti melupakan,tapi berjalan maju ke depan. Kehilangan artinya kita harus
mengambil waktu untuk diri kita sendiri,memperbaiki semua kesalahan,dan memantaskan
diri kita untuk memulai hubungan yang lebih berkualitas berikutnya.Kehilangan
bukan berarti kamu harus mencari pelampiasan yang salah seperti misalnya nggak
makan berhari-hari supaya ntar sakit dan manatan kamu jadi peduli dan ngajk
kamu balikan lagi. Girls,it won’t works. Hal konyol seperti itu nggak bakal
terjadi.
Tapi beda ceritanya kalau misalnya habis putus kamu berniat melupakan
masa lalu kamu dengan cara menghibur diri dengan cara ikut acara kemping sama
anak pramuka terus pas di hutan kamu digigit nyamuk demam berdarah sama nyamuk malaria sekaligus,terus pulang
kamu masuk rumah sakit. Ya mungkin pas kamu di rumah sakit mantan kamu bakal nengokin
bareng sama pacar barunya.
Lampiaskan rasa kehilangan kamu
dengan cara-cara yang masuk akal dan nggak konyol. Nge blog contohnya. Jujur
kalau ditanya “Dit,masih galau nggak?” “Dit,masih
sering nangis nggak?” “Dit,sudah dapat
kunci jawaban UN belum?” Ya,aku pasti jujur kalau aku masih sering galau,tapi
kalau nangis sekarang udah nggak,kenapa? Karena hubungan aku sama Fredrik
baik-baik aja (kayaknya sih gitu)kita masih temenan, jadi sebenernya aku nggak
kehilangan-kehilangan banget juga. Beda kalau misalnya habis putus terus tiba-tiba
Fredrik ternyata berubah jadi alien terus pulang ke rumah nya di Mars karena
dia sudah berhasil menjalankan tugasnya menyamar sebagai manusia di Bumi.
Kehilangan Fredrik memang banyak
banget membawa pelajar buat aku. Klise sih memang,tapi bukan nya memang begitu?
Setiap orang yang pernah ada di dalam hidup kita entah hanya untuk sementara atau
untuk selamanya sudah pasti bakal memberikan kita banyak pelajaran. Kehilangan
akan mengajarkan kita bagaimana cara menghargai apa pun yang sedang kita
punya,kehilangan juga mengajarkan kita bahwa selalu ada suatu fase dalam hidup
kita untuk bersedih. Kehilangan mengajarkan kita untuk memperbaiki
diri,memaafkan masa lalu,dan akhirnya mencintai diri kita sendiri bahwa
sebenernya tuh kita pantas untuk bahagia.
Jangan pernah takut unutk
kehilangan karena sebenernya kehilangan menhgajarkan kita banyak hal. Ya udah
mungkin ini aja dulu yang bisa aku tulis,sebenernya banyak sih yang mau aku
share,tapi payahnya otak ku lagi stuck. Jadi mudah-mudahan ada manfaat yang
bisa kalian ambil dari postingan curcol aku kali ini dan by the way seharusnya
ini dipost kemarin tapi gegara aku ketiduran dan nggak sempat nge post jadi aku
post hari ini. Bukan,aku bukan ketiduran gegara nangisin Fredrik. Apa yang mau
ditangisin kalau orang nya masih sehat-sehat aja.
Oke deh,segini aja dulu. Bhay!
Kerennn dit
BalasHapusMakasih..
HapusBnyak typo tapi :(
yang sabar kakak
BalasHapusMakasih hehehe 😀😀
Hapus:)
BalasHapusSemangat 💕
BalasHapus