Senin, 04 Januari 2016

Tentang Kehilangan


Ya,jadi tepat seminggu yang lalu aku putus dari pacar aku,dia yang mutusin dengan alasan yang nggak mungkin aku kasih tau di sini *sok misterius* Jadi,seharusnya tanggal 3 bulan ini bulan kelima kita pacaran,tapi karena udah putus jadi sudah tidak ada lagi kita antara aku sama pacar aku huehehhe

Di postingan ini aku cuma mau curhat dan berbagi kegalauan sama kalian semua yang lagi baca ini (kalo emang ada yang baca). Jujur,setelah kami putus aku merasa kehilangan banget karena aku sudah terlalu nyaman sama Fredrik. Kami dulu pacaran nya sudah sampai level “kalau mau kentut nggak usah jaim lagi”. Ya,sudah sampai senyaman itu lalu tiba-tiba hari Minggu tanggal 27 Desember 2015 Fredrik nya minta putus. Galau dong aku nya,nangis nggak berenti sampai 3 hari,drama abis pokoknya. FYI,aku putus sama Fredrik dengan cara baik-baik,nggak ada pertengkaran sebelumnya. Ada sih,tapi beberapa bulan yang lalu. Fredrik nya pun masih baik sama aku,walau aku tau dia sempat terganggu sama chat rutin dari aku.

Sehari pasca putus aku masih belum rela,jadi aku masih nge chat dia rutin. Ya aku tau itu salah,tapi orang yang sedang putus cinta kadang berpikir tanpa mengandalkan logika. Itu wajar sih menurut aku. It’s a human thing. Terus beberapa hari setelahnya aku tau alasan Fredrik minta putus yang sebenernya tuh apa,terus ternyata dia juga terganggu gegara aku masih nge chat dia tiap hari. Sakit sih sebenernya. Ya sih ya,kadang kebenaran itu lebih sakit daripada kebohongan.

Terus malamnya,Fredrik nya bilang kalau aku mau curhat aku bisa-bisa aja gitu curhat ke dia. Dia minta maaf karena selama ini kurang terbuka sama aku,dan dia juga akhirnya tau perasaan aku tuh kayak gimana. And voila! Hari ini aku curhat sama dia udah kayak layaknya temen,bukan mantan. Seenggknya aku sih yang merasa begitu,nggak tau si Fredrik nya gimana.
Banyak banget sih pelajaran yang bisa aku ambil dari seminggu belakangan ini. Aku belajar tentang kehilangan,memaafkan,merelakan,dan meninggalkan apa yang sudah seharusnya ditinggalkan dan digantikan sama yang lebih baik,entah itu pacar,atau apa pun.

Kehilangan seseorang yang kamu sayang bukan berarti kamu harus cepat-cepat mencari penggantinya untuk menutupi rasa kehilangan kamu itu. Kamu perlu waktu untuk menikmati masa-masa kesendirian kamu. Seperti misalnya aku kehilangan Fredrik,aku nggak harus buru-buru cari pacar baru karena sebenarnya aku belum siap ada orang baru lagi.
Orang yang baru putus cinta memang begitu. Apalagi cewek. Ia nggak akan terima sama keadaan dan maunya nangis terus,gala uterus,flashback terus. Girls,jangan takut,itu semua wajar. Perempuan-perempuan di luar sana yang habis putus cinta pun akan melakukan hal yang sama.

Tapi ingat,kehilangan bukan artinya kamu bebas untuk mewek dan galau selamanya. Kamu harus move on,move on bukan berarti melupakan,tapi berjalan maju ke depan. Kehilangan artinya kita harus mengambil waktu untuk diri kita sendiri,memperbaiki semua kesalahan,dan memantaskan diri kita untuk memulai hubungan yang lebih berkualitas berikutnya.Kehilangan bukan berarti kamu harus mencari pelampiasan yang salah seperti misalnya nggak makan berhari-hari supaya ntar sakit dan manatan kamu jadi peduli dan ngajk kamu balikan lagi. Girls,it won’t works. Hal konyol seperti itu nggak bakal terjadi. 

Tapi beda ceritanya kalau misalnya habis putus kamu berniat melupakan masa lalu kamu dengan cara menghibur diri dengan cara ikut acara kemping sama anak pramuka terus pas di hutan kamu digigit nyamuk demam berdarah  sama nyamuk malaria sekaligus,terus pulang kamu masuk rumah sakit. Ya mungkin pas kamu di rumah sakit mantan kamu bakal nengokin bareng sama pacar barunya.

Lampiaskan rasa kehilangan kamu dengan cara-cara yang masuk akal dan nggak konyol. Nge blog contohnya. Jujur kalau ditanya “Dit,masih galau nggak?”  “Dit,masih sering nangis nggak?”  “Dit,sudah dapat kunci jawaban UN belum?” Ya,aku pasti jujur kalau aku masih sering galau,tapi kalau nangis sekarang udah nggak,kenapa? Karena hubungan aku sama Fredrik baik-baik aja (kayaknya sih gitu)kita masih temenan, jadi sebenernya aku nggak kehilangan-kehilangan banget juga. Beda kalau misalnya habis putus terus tiba-tiba Fredrik ternyata berubah jadi alien terus pulang ke rumah nya di Mars karena dia sudah berhasil menjalankan tugasnya menyamar sebagai manusia di Bumi.

Kehilangan Fredrik memang banyak banget membawa pelajar buat aku. Klise sih memang,tapi bukan nya memang begitu? Setiap orang yang pernah ada di dalam hidup kita entah hanya untuk sementara atau untuk selamanya sudah pasti bakal memberikan kita banyak pelajaran. Kehilangan akan mengajarkan kita bagaimana cara menghargai apa pun yang sedang kita punya,kehilangan juga mengajarkan kita bahwa selalu ada suatu fase dalam hidup kita untuk bersedih. Kehilangan mengajarkan kita untuk memperbaiki diri,memaafkan masa lalu,dan akhirnya mencintai diri kita sendiri bahwa sebenernya tuh kita pantas untuk bahagia. 

Jangan pernah takut unutk kehilangan karena sebenernya kehilangan menhgajarkan kita banyak hal. Ya udah mungkin ini aja dulu yang bisa aku tulis,sebenernya banyak sih yang mau aku share,tapi payahnya otak ku lagi stuck. Jadi mudah-mudahan ada manfaat yang bisa kalian ambil dari postingan curcol aku kali ini dan by the way seharusnya ini dipost kemarin tapi gegara aku ketiduran dan nggak sempat nge post jadi aku post hari ini. Bukan,aku bukan ketiduran gegara nangisin Fredrik. Apa yang mau ditangisin kalau orang nya masih sehat-sehat aja.
Oke deh,segini aja dulu. Bhay!