Sabtu, 14 November 2015

4 Hal yang (mungkin) Cewek Nggak Tau


Haiiiii….
Jadi postingan kali ini sebenernya karena permintaan dari pacar aku. Yas!Sekarang aku udah nggak jomblo lagi  bhak!
Aku bakal cerita sedikit tentang pacar ku ini. Jadi he is a perfect definition of perfect boyfie!! Si Fredrik yang namanya sok dibikin keren jadi Frederick ini memang bukan tipe cowok romantis.,SAMA SEKALI NGGAK ROMANTIS tapi dia bisa dengan cara nya sendiri bikin aku nyaman sama dia,jadi diri aku sendiri dan nggak harus jaim. Dia nggak pernah protes sama kelakuan aku yang super freak. I love him so muuuuuuccch!!!
Oke,jadi di postingan ini jujur aku nggak tau mau bahas tentang apa. Jadi yang part aku ngetik tentang Fredrik itu gara-gara lagi bingung mau ngetik apa. Jadi,karena aku lagi bingung mungkin aku bakal bahas hal-hal yang simpel aja. Fakta  yang (mungkin) bakal berguna buat cewek-cewek di luar sana. Jadi,ini beberapa fakta yang (mungkin)ga diketahui oleh para cewek:


1. Minta Dipekain

 Yas,girls. Sebenernya nggak semua cowok di muka bumi itu peka. Bahkan hampir semua cowok itu nggak peka. Kenapa?Alasannya udah jelas,karena pemikiran cowok itu nggak seribet kita. Kalo iya ya iya kalo enggak ya enggak. Jangan bilang iya padahal sebenernya kita pengen bilang engga. Oke?
Bahkan Justin Bieber aja bilang “ What do you mean? When you nod your head yes but you wanna say no.” See?
Jadi,buat cewek-cewek di luar sana,jangan terlalu memaksakan pacar,atau temen cowok kalian untuk peka karena tanpa kita (cewek-cewek) sadari perilaku memaksakan kayak gitu bakal membuat mereka (cowok-cowok) ilfeel dan kesel sama kita.
Kalau aku boleh kasih saran sih ya,daripada menuntut cowok kita untuk peka,kenapa kta nggak ngaca dan nanya, “Aku udah jadi cewek yang peka buat dia nggak sih?” dengan gitu hubungan kalian bisa lebih adem ayem dan nggak berantem cuman gara-gara si cowok nya nggak peka.
Oh,dan satu lagi,jangan minta dipekain dengan cara bales chat dengan kata “Nggak papa.” Dengan kalian balas chat kayak gitu,otomatis bakal bikin cowok kalian bingung dan ujung-ujungnya kalian bakal berantem karena alesan sepele. Girls,cowok juga pengen kita peka dengan cara ngertiin keadaan dia. Jangan balas chat “Nggak papa” kalo sebenernya itu “apa-apa”.


2. Matre

Ya,aku tau cewek itu nggak mau dibilang matre. Cewek-cewek akan mengganti istilah matre itu dengan kata ‘realistis’. Nggak salah sih kalau cewek pengen hidupnya sejahtera. Tapiiii…menurut sebagian cowok,cewek matre itu sama sekali nggak ada dampak positifnya buat mereka(cowok-cowok).Kenapa?
Karena…akan lebih membawa dampak positif kalao si cowok dan si cewek sama-sama membangun masa dean mereka berdua,jangan hanya bergantung sama harta nya si cewek.
Buat cewek-cewek,apa kalian mau kalau terus-terusan minta duit laki cuman buat beli garam di warung karena kalian nggak punya penghasilan sendiri?nggak kan?
Jadi gimana pun juga,lebih baik jadi cewek yang mandiri dan punya penghasilan sendiri karena dengan cara begitu,di mata cowok pun kita nggak cuman dipandang sebagai beban tapi dipandang sebagai partner. Begituuuuh.


3.Cari Perhatian
 
Mungkin bukan cuman cowok,tapi cewek juga bakal kesel sama cewek yang suka cari perhatian.
Pernah nggak kalian(cowok-cowok) berada dalam situasi yang kayak gini:
Ada cewek yang nge post foto selfie di media social,anggap aja instagram terus kamu kasih komentar kalau dia itu cantik dan dibales “Nggak kok,biasa aja.”
Girls,tolong,kalau kalian itu dipuji terima aja pujian itu. Toh,pada dasarnya cewek itu adalah makhluk yang paling suka dipuji. Iya kan?
Aku,sebagai cewek,ngerti kok balasan “nggak kok biasa aja” itu tandanya kalian(cewek-cewek)pengen dipuji lagi. Please girls,stop it. Kalau kalian emang dipuji sama cowok bilang aja “iya,makasih.” Gitu.


 4. Over Protektif

Kayaknya ini bakal jadi point yang terakhir.
Well,udah jadi rahasia umum kalau pacar(dalam hal ini cewek) yang terlalu protektif itu adalah hal yang paling dihindari dalam sebuah hubungan.
Cewek yang terlalu protektif ke cowoknya lama-kelaman bakal bikin si cowok merasa ilfeel dan terkekang.Kenapa kita nggak kasih pasangan kita kebebasan karena kita juga pengen kan dikasih kebebasan dari cowok kita?
Jangan selalu membatasi cowok kita.Ingat,kita itu cuman pacar,jangan sok ngatur.

Yas,mungkin segitu aja dulu. Mungkin di posting berikutnya aku bakal bahas topik tentang beberapa hal yang (mungkin)cowok nggak tau.
Jadi,semua poin di atas itu cuman opini dari aku dan berdasarkan pengalaman pribadi. Bukan berarti kalau aku yang paling bener. So please,don’t  judge.
Dan makasih juga untuk yang udah meluangkan waktunya untuk baca postingan ini.
See ya on another post! :)

Minggu, 08 Februari 2015

Move On

Well..gue tau udah berapa malam Minggu yang gue lewatin tanpa nulis satu pun postingan baru seperti yang pernah gue janjikan di postingan gue sebelum ini.Bukan...bukan karena gue sibuk pacaran di malam Minggu karena nyatanya gue sampai sekarang masih jomblo.Alasan pertama kenapa gue nggak nulis postingan baru karena gue sebenarnya nggak tau apa yang mau gue tulis,mungkin itu karena gue nya yang males untuk mencari kegelisahan apa yang mau ditulis. #SayaWanitaLemah

Mungkin seperti kebanyakan anak sekolah,kegilasahan yang paling umum dialami adalah pelajaran,temen,pacar,or something like that. Tapi jujur aja,gue nggak gelisah soal itu.Gue tipe manusia yang mikir kalau hidup itu nggak cuma bergantung dalam hal-hal akademik,jadi gue jarang gelisah soal pelajaran.Dalam hal pertemanan pun gue merasa aman-aman aja.Jadi yang mau gue tulis sekarang adalah tentang move on.Kenapa?Apa karena gue belum move on? Entahlah,tapi gue merasa gue memiliki kegelisahan tentang hal ini. Dan dari apa yang pernah gue baca,nggak inget di mana,isinya gini : "Jika itu terus ada di pikiran lo,hal itu lebih baik dikeluarin" yaaa..kira-kira begitulah intinya.


Move on.Satu kata itu terus mengganggu pikiran gue belakangan ini.Eh,ralat,dua kata maksudnya.
Gue mikir,move on yang bener itu sebenarnya gimana?
Apakah ketika kita dan mantan nggak saling kontak-kontakan lagi bisa disebut dengan move on?Atau ketika kita dan mantan sudah mulai bisa ngobrol nyaman tanpa merasa canggung lagi disebut dengan move on atau malah gagal move on?
Kalau boleh cerita dikit,gue sama mantan gue udah putus sekitar dua tahun yang lalu.Setelah kami putus,nggak ada lagi komunkasi,yaa...sesuatu yang wajar sih.Kalau papasan di jalan pun sama-sama sok nggak liat.Gue nggak tau dia deket sama siapa,dan gue rasa dia juga nggak tau atau nggak mau tau lagi tentang kehidupan pribadi gue.
Sampai akhirnya,setelah dua tahun berlalu,kami masuk ke kelas yang sama.Gue kurang percaya sama kebetulan,jadi gue rasa Tuhan punya maksud kenapa kami bisa masuk di kelas yang sama.

Singkat kata,akhirnya kami mulai sering chatting.Gue juga nggak ngerti kenapa bisa chattingan lagi,setelah dua tahun putus.Mungkin karena perasaan nyaman atau karena hal lain,gue nggak tau.Terus sampai hari ini pun kami masih menjadi teman baik.Gue kadang cerita masalah gue ke dia,dan dia juga cerita masalah dia ke gue.Masing-masing dari kami sebenernya cuma ngasih saran seadanya,tapi entah kanapa,lagi-lagi gue merasa nyaman untuk cerita ke dia.Awalnya gue sempet mikir,kalau kami udah sama-sama ngerasa nyaman,kenapa nggak balikan aja,tapi keinginan untuk nggak balikan muncul dengan cepat,secepat munculnya pikiran itu.Gue nggak mungkin balikan lagi sama dia karena gue dan dia sudah beda.

Jadi move on itu apa?
Menurut gue,move on nggak berarti kita dan mantan nggak saling negur atau kontak-kontakan,tapi move on artinya kita udah cukup dewasa untuk meninggalkan hati yang lama karena sebenernya hati yang lama itu udah beda,seberapa pun nyamannya tinggal di sana.
Move on adalah semuanya tentang pindah.
Mungkin memang ada rasa sakit hati setelah putus dan ngerasa kalau move on itu susah,tapi percaya deh,kadang waktu punya caranya sendiri untuk menyembuhkan luka yang lama.

Terus kenapa ada orang yang gagal move on?
Orang yang gagal move on adalah kerena dirinya yang nggak mau berpindah karena terjebak oleh perasaan nyaman yang sebernya bukan perasaan nyaman yang sama lagi pas waktu masih pacaran.
Bukannya kita memang harus meninggalkan yang lama untuk suatu yang baru?

Oke,mungkin segini dulu yang bisa gue tulis.Maaf kalau pendek banget :(
See yaa,nice people