Well..gue tau udah berapa malam Minggu yang gue lewatin tanpa nulis satu pun postingan baru seperti yang pernah gue janjikan di postingan gue sebelum ini.Bukan...bukan karena gue sibuk pacaran di malam Minggu karena nyatanya gue sampai sekarang masih jomblo.Alasan pertama kenapa gue nggak nulis postingan baru karena gue sebenarnya nggak tau apa yang mau gue tulis,mungkin itu karena gue nya yang males untuk mencari kegelisahan apa yang mau ditulis. #SayaWanitaLemah
Mungkin seperti kebanyakan anak sekolah,kegilasahan yang paling umum dialami adalah pelajaran,temen,pacar,or something like that. Tapi jujur aja,gue nggak gelisah soal itu.Gue tipe manusia yang mikir kalau hidup itu nggak cuma bergantung dalam hal-hal akademik,jadi gue jarang gelisah soal pelajaran.Dalam hal pertemanan pun gue merasa aman-aman aja.Jadi yang mau gue tulis sekarang adalah tentang move on.Kenapa?Apa karena gue belum move on? Entahlah,tapi gue merasa gue memiliki kegelisahan tentang hal ini. Dan dari apa yang pernah gue baca,nggak inget di mana,isinya gini : "Jika itu terus ada di pikiran lo,hal itu lebih baik dikeluarin" yaaa..kira-kira begitulah intinya.
Move on.Satu kata itu terus mengganggu pikiran gue belakangan ini.Eh,ralat,dua kata maksudnya.
Gue mikir,move on yang bener itu sebenarnya gimana?
Apakah ketika kita dan mantan nggak saling kontak-kontakan lagi bisa disebut dengan move on?Atau ketika kita dan mantan sudah mulai bisa ngobrol nyaman tanpa merasa canggung lagi disebut dengan move on atau malah gagal move on?
Kalau boleh cerita dikit,gue sama mantan gue udah putus sekitar dua tahun yang lalu.Setelah kami putus,nggak ada lagi komunkasi,yaa...sesuatu yang wajar sih.Kalau papasan di jalan pun sama-sama sok nggak liat.Gue nggak tau dia deket sama siapa,dan gue rasa dia juga nggak tau atau nggak mau tau lagi tentang kehidupan pribadi gue.
Sampai akhirnya,setelah dua tahun berlalu,kami masuk ke kelas yang sama.Gue kurang percaya sama kebetulan,jadi gue rasa Tuhan punya maksud kenapa kami bisa masuk di kelas yang sama.
Singkat kata,akhirnya kami mulai sering chatting.Gue juga nggak ngerti kenapa bisa chattingan lagi,setelah dua tahun putus.Mungkin karena perasaan nyaman atau karena hal lain,gue nggak tau.Terus sampai hari ini pun kami masih menjadi teman baik.Gue kadang cerita masalah gue ke dia,dan dia juga cerita masalah dia ke gue.Masing-masing dari kami sebenernya cuma ngasih saran seadanya,tapi entah kanapa,lagi-lagi gue merasa nyaman untuk cerita ke dia.Awalnya gue sempet mikir,kalau kami udah sama-sama ngerasa nyaman,kenapa nggak balikan aja,tapi keinginan untuk nggak balikan muncul dengan cepat,secepat munculnya pikiran itu.Gue nggak mungkin balikan lagi sama dia karena gue dan dia sudah beda.
Jadi move on itu apa?
Menurut gue,move on nggak berarti kita dan mantan nggak saling negur atau kontak-kontakan,tapi move on artinya kita udah cukup dewasa untuk meninggalkan hati yang lama karena sebenernya hati yang lama itu udah beda,seberapa pun nyamannya tinggal di sana.
Move on adalah semuanya tentang pindah.
Mungkin memang ada rasa sakit hati setelah putus dan ngerasa kalau move on itu susah,tapi percaya deh,kadang waktu punya caranya sendiri untuk menyembuhkan luka yang lama.
Terus kenapa ada orang yang gagal move on?
Orang yang gagal move on adalah kerena dirinya yang nggak mau berpindah karena terjebak oleh perasaan nyaman yang sebernya bukan perasaan nyaman yang sama lagi pas waktu masih pacaran.
Bukannya kita memang harus meninggalkan yang lama untuk suatu yang baru?
Oke,mungkin segini dulu yang bisa gue tulis.Maaf kalau pendek banget :(
See yaa,nice people
Tidak ada komentar:
Posting Komentar