Rabu, 02 April 2014

Resensi Novel Touche: Alchemist

Touché: Alchemist
Oleh Windhy Puspitadewi
Ilustrator: Rizal Abdillah Harahap
Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama anggota IKAPI,Jakarta,Maret 2014
ISBN 978-602-03-0335-2
224 hlm;20 cm



Hiro Morrison seorang anak genius berdarah Jepang-Inggris bukan orang biasa yang sekaligus juga memiliki kehidupan yang juga tidak biasa.Bahkan pada usia tujuh belas tahun ia dikontrak menjadi konsultan kepolisian New York,berkat kemampuannya yang bisa mengetahui identitas kimia apa pun hanya dengan cara menyentuhnya.Selain menjadi konsultan kepolisian New York,Hiro juga dipilih oleh Profesor Martin di universitasnya untuk menjadi salah satu timnya dalam penelitian pengembangan molekul DNA buatan yang notabene posisi itu sangat diincar oleh banyak orang,salah satunya teman satu fakultas Hiro,Willian Sterling Kent.Tapi semua kelebihan Hiro itu tidak didukung oleh tingkah lakunya yang dinilai sombong oleh banyak orang.
Sejak menjadi konsultan kepolisian New York,mulai dekat dengan anak Sammuel Hudson,detektif dari kepolisian New York,yang bernama Karen Hanagawa.Karen sangat penasaran dengan kemampuan Hiro yang dinilainya unik,dan ia berniat untuk menceritakan kemampuan Hiro dan menerbitkannya.Tapi Hiro masih tetap dengan pendiriannya bahwa ia tidak akan membeberkan kemampuannya itu sembarangan.Kasus-kasus pembunuhan yang ditangani kepolisian New York dapat Hiro selesaikan dengan mudah,bahkan Hiro tidak pernah menyelesaikan kasusu lebih dari satu jam.Tapi,sebuah kasus tentang pengebomam berantai akhirnya menuntut Hiro untuk menggunakan lebih menggunakan kemampuannya lebih dari kasus-kasus sebelumnya.Dan di waktu yang bertepatan,Hiro bertemu dengan orang misterius,belakangan diketahui bernama Yunus King,CEO King Group, yang kerap kali muncul di tempat yang sama dengan Hiro,seakan dapat selalu menemukan Hiro dengan gampang,dan bahkan orang misterius itu seakan tahu tentang kemampuan Hiro.
Situasi semakin mencapai klimaks ketika pengeboman berantai itu telah terjadi keempat kalinya di daerah Central Park.Sebelumnya,Hiro telah meneliti paket yang diterima oleh Sammuel Hudson yang berisi empat botol yang masing-masing berisi He-lium,Litium,Oksigen,dan Belerang,itulah sebenarnya kata kunci yang diberikan pelaku pengeboman berantai kepada kepolisian New York.Dengan otak geniusnya,akhirnya Hiro berhasil memecahakan pola dari pemgeboman berantai itu.Ia mengambil unsur kimia yang terdapat dalam tabel periodic untuk Helium (He), Litium (Li), Oksigen (O), dan belerang/sulfur (S) yang jika digabung akan membentuk kata “Helios”.Helios adalah Dewa Matahari Yunani,matahari sebeenarnya adalah bintang besar.Dari itulah akhirnya Hiro menarik kesimpulan bahwa pelaku menggunakan diagram bintang untuk menentukan tempat-tempat mana saja yang akan dibom.Dan dari teori itulah,Hiro berpendapat bahwa tempat selanjutnya yang akan dibom adalah East Village.Tapi,yang menjadi masalah selanjutnya adalah tempat mana di East Village yang akan dibom.
Tapi,bukan Hiro Morrison namanya kalau tidak dapat memecahkan kasus.Bahkan semakin sulit kasus yang ia hadapi,ia akan semakin merasa tertantang untuk menyelesaikannya.Semalaman ia berpikir keras untuk memecahkan kasus ini,tapi belum juga mendapat jawaban.Hingga pada akhirnya Hiro menemukan apa hubungannya dengan tempat-tempat pengeboman sebelumnya.Sebenarnya,tempat-tempat pengeboman mengacu pada Helios,karena memang itulah petunjuk utama yang diberikan pelaku.Pertama,pengebomban terletak di Museum Interpid Sea-Air-Space di Theater District,bom diletakan di bagian flight simulator,bagian untuk terbang,yang seolah menjadi symbol kereta yang dipakai oleh Dewa Helios.Kedua,di Japan Society.Jepang adalah Negara yang dijuluki sebagai Negara Matahari Terbit.Ketiga,di Forbes Gallery di daerah Greenwich Village yang pada saat itu sedang mengadakan pamera.Pelaku meletakan bom di dekat kalung batu bintang yang sedang dipamerkan.Matahari sebenarnya adalah bintang.Ketiga,di Strawberry Fields di daerah Central Park,pelaku meletakan bom di mozaik dengan kata             Imagine yang kalau dilihat dengan teliti,mozaik tersebut bentuknya seperti matahari.Dan keempat,di daerah East Village,Hiro menyatakan bahwa pelakunya  akan meletakan bom di Colonnade Row.Colonnade Row adalah tempat yang memiliki arsitektur mirip dengan dengan arsiteketur zaman Yunani dengan pilar-pilarnya.Yunani adalah di mana Helios dianggap sebagai Dewa Matahari.
Namun masalah tidak selesai sampai di situ,Windhy Puspitadewi dengan lihai mengatur konflik cerita dengan rapi sehingga tetap menjaga emosi pembaca.
Masalah baru muncul ketika akhirnya Hiro mengetahui bahwa pelaku dari pengeboman berantai ini adalah William Sterling Kent,temannya sendiri.Dan ternyata motif William melakukan ini semua karena ia iri dengan posisi yang dimiliki Hiro sebagai asisten Profesor Martin.Posisis yang sudah lama diinginkannya.Willian mengatakan bahwa setelah Hiro mengambil miliknya yang berharaga baginya,sekarang ganti William yang akan mengambil milik Hiro paling berharga bagi Hiro.Dan saat itulah Hiro menyadari apa miliknya yang paling berharga.Sama seperti manusia normal lainnya,Hiro akhirnya menyadari bahwa cinta adalah hal yang paling berharga.Hiro mencintai Karen.
Dibantu dengan Yunus King,akhirnya Hiro berhasil menyelamatkan Karen.Dan pada saat itu jugalah Hiro mengetahui mengapa Yunus selalu bisa melacak keberadaannya.Dirinya dan Yunus berasal dari kaum yang sama.Kaum Touché.Mereka yang diberikan kemampuan istimewa yang bekerja melewati sentuhan.Hiro adalah seorang Alchemist yang membuatnya dapst mengetahui identitas kimia apa pun hanya dengan cara menyentuhnya,dan Yunus adalah seorang track finder yang dapat menemukan siapa saja,khususnya kaum Touché,hanya dengan menyentuh peta.
Cerita dalam novel ini ditutup dengan Hiro yang mulai menjalin kedekatan dengan Karen dan dapat dipastikan kalau hubungan mereka berdua akan lebih dari sekadar teman biasa.
Kelebihan Windhy adalah ia mampu berbagi pemikirannya dengan pembaca dengan alur yang mudah diikuti dan terasa ringan meskipun di novelnya kali ini ia mengangkat genre cerita yang berbeda.Yaitu tentang pembunuhan,detektif,dan kemampuan Touché.Selain itu,Windhy juga telah berhasil memikat pembacanya dengan karakter Hiro Morrison yang sombong,cuek,dan sangat percaya diri dengan kemampuan dirinya sendiri.Karakter Hiro Morrison ini begitu lovable dan sangat “kuat”,sehingga pembaca dengan mudah “jatuh cinta” kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar