Touché:
Alchemist
Oleh
Windhy Puspitadewi
Ilustrator:
Rizal Abdillah Harahap
Diterbitkan
pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama anggota
IKAPI,Jakarta,Maret 2014
ISBN
978-602-03-0335-2
224
hlm;20 cm
Hiro
Morrison seorang anak genius berdarah Jepang-Inggris bukan orang biasa yang
sekaligus juga memiliki kehidupan yang juga tidak biasa.Bahkan pada usia tujuh
belas tahun ia dikontrak menjadi konsultan kepolisian New York,berkat
kemampuannya yang bisa mengetahui identitas kimia apa pun hanya dengan cara
menyentuhnya.Selain menjadi konsultan kepolisian New York,Hiro juga dipilih
oleh Profesor Martin di universitasnya untuk menjadi salah satu timnya dalam
penelitian pengembangan molekul DNA buatan yang notabene posisi itu sangat
diincar oleh banyak orang,salah satunya teman satu fakultas Hiro,Willian
Sterling Kent.Tapi semua kelebihan Hiro itu tidak didukung oleh tingkah lakunya
yang dinilai sombong oleh banyak orang.
Sejak
menjadi konsultan kepolisian New York,mulai dekat dengan anak Sammuel
Hudson,detektif dari kepolisian New York,yang bernama Karen Hanagawa.Karen sangat
penasaran dengan kemampuan Hiro yang dinilainya unik,dan ia berniat untuk menceritakan
kemampuan Hiro dan menerbitkannya.Tapi Hiro masih tetap dengan pendiriannya
bahwa ia tidak akan membeberkan kemampuannya itu sembarangan.Kasus-kasus
pembunuhan yang ditangani kepolisian New York dapat Hiro selesaikan dengan
mudah,bahkan Hiro tidak pernah menyelesaikan kasusu lebih dari satu
jam.Tapi,sebuah kasus tentang pengebomam berantai akhirnya menuntut Hiro untuk
menggunakan lebih menggunakan kemampuannya lebih dari kasus-kasus
sebelumnya.Dan di waktu yang bertepatan,Hiro bertemu dengan orang
misterius,belakangan diketahui bernama Yunus King,CEO King Group, yang kerap
kali muncul di tempat yang sama dengan Hiro,seakan dapat selalu menemukan Hiro
dengan gampang,dan bahkan orang misterius itu seakan tahu tentang kemampuan
Hiro.
Situasi
semakin mencapai klimaks ketika pengeboman berantai itu telah terjadi keempat
kalinya di daerah Central Park.Sebelumnya,Hiro telah meneliti paket yang
diterima oleh Sammuel Hudson yang berisi empat botol yang masing-masing berisi
He-lium,Litium,Oksigen,dan Belerang,itulah sebenarnya kata kunci yang diberikan
pelaku pengeboman berantai kepada kepolisian New York.Dengan otak
geniusnya,akhirnya Hiro berhasil memecahakan pola dari pemgeboman berantai
itu.Ia mengambil unsur kimia yang terdapat dalam tabel periodic untuk Helium
(He), Litium (Li), Oksigen (O), dan belerang/sulfur (S) yang jika digabung akan
membentuk kata “Helios”.Helios adalah Dewa Matahari Yunani,matahari sebeenarnya
adalah bintang besar.Dari itulah akhirnya Hiro menarik kesimpulan bahwa pelaku
menggunakan diagram bintang untuk menentukan tempat-tempat mana saja yang akan
dibom.Dan dari teori itulah,Hiro berpendapat bahwa tempat selanjutnya yang akan
dibom adalah East Village.Tapi,yang menjadi masalah selanjutnya adalah tempat
mana di East Village yang akan dibom.
Tapi,bukan
Hiro Morrison namanya kalau tidak dapat memecahkan kasus.Bahkan semakin sulit
kasus yang ia hadapi,ia akan semakin merasa tertantang untuk menyelesaikannya.Semalaman
ia berpikir keras untuk memecahkan kasus ini,tapi belum juga mendapat jawaban.Hingga
pada akhirnya Hiro menemukan apa hubungannya dengan tempat-tempat pengeboman
sebelumnya.Sebenarnya,tempat-tempat pengeboman mengacu pada Helios,karena
memang itulah petunjuk utama yang diberikan pelaku.Pertama,pengebomban terletak
di Museum Interpid Sea-Air-Space di Theater District,bom diletakan di bagian
flight simulator,bagian untuk terbang,yang seolah menjadi symbol kereta yang
dipakai oleh Dewa Helios.Kedua,di Japan Society.Jepang adalah Negara yang
dijuluki sebagai Negara Matahari Terbit.Ketiga,di Forbes Gallery di daerah
Greenwich Village yang pada saat itu sedang mengadakan pamera.Pelaku meletakan
bom di dekat kalung batu bintang yang sedang dipamerkan.Matahari sebenarnya
adalah bintang.Ketiga,di Strawberry Fields di daerah Central Park,pelaku
meletakan bom di mozaik dengan kata Imagine
yang kalau dilihat dengan teliti,mozaik tersebut bentuknya seperti matahari.Dan
keempat,di daerah East Village,Hiro menyatakan bahwa pelakunya akan meletakan bom di Colonnade Row.Colonnade
Row adalah tempat yang memiliki arsitektur mirip dengan dengan arsiteketur
zaman Yunani dengan pilar-pilarnya.Yunani adalah di mana Helios dianggap
sebagai Dewa Matahari.
Namun
masalah tidak selesai sampai di situ,Windhy Puspitadewi dengan lihai mengatur
konflik cerita dengan rapi sehingga tetap menjaga emosi pembaca.
Masalah
baru muncul ketika akhirnya Hiro mengetahui bahwa pelaku dari pengeboman
berantai ini adalah William Sterling Kent,temannya sendiri.Dan ternyata motif
William melakukan ini semua karena ia iri dengan posisi yang dimiliki Hiro
sebagai asisten Profesor Martin.Posisis yang sudah lama diinginkannya.Willian
mengatakan bahwa setelah Hiro mengambil miliknya yang berharaga
baginya,sekarang ganti William yang akan mengambil milik Hiro paling berharga
bagi Hiro.Dan saat itulah Hiro menyadari apa miliknya yang paling berharga.Sama
seperti manusia normal lainnya,Hiro akhirnya menyadari bahwa cinta adalah hal
yang paling berharga.Hiro mencintai Karen.
Dibantu
dengan Yunus King,akhirnya Hiro berhasil menyelamatkan Karen.Dan pada saat itu
jugalah Hiro mengetahui mengapa Yunus selalu bisa melacak keberadaannya.Dirinya
dan Yunus berasal dari kaum yang sama.Kaum Touché.Mereka yang diberikan
kemampuan istimewa yang bekerja melewati sentuhan.Hiro adalah seorang Alchemist
yang membuatnya dapst mengetahui identitas kimia apa pun hanya dengan cara
menyentuhnya,dan Yunus adalah seorang track finder yang dapat menemukan siapa
saja,khususnya kaum Touché,hanya dengan menyentuh peta.
Cerita
dalam novel ini ditutup dengan Hiro yang mulai menjalin kedekatan dengan Karen
dan dapat dipastikan kalau hubungan mereka berdua akan lebih dari sekadar teman
biasa.
Kelebihan
Windhy adalah ia mampu berbagi pemikirannya dengan pembaca dengan alur yang
mudah diikuti dan terasa ringan meskipun di novelnya kali ini ia mengangkat
genre cerita yang berbeda.Yaitu tentang pembunuhan,detektif,dan kemampuan
Touché.Selain itu,Windhy juga telah berhasil memikat pembacanya dengan karakter
Hiro Morrison yang sombong,cuek,dan sangat percaya diri dengan kemampuan
dirinya sendiri.Karakter Hiro Morrison ini begitu lovable dan sangat “kuat”,sehingga pembaca dengan mudah “jatuh
cinta” kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar