Sabtu, 16 November 2013

Resensi Omen #3 Misteri Organisasi Rahasia The Judges

Judul: Omen #3:Misteri Organisasi Rahasia The Judges

Penulis: Lexie Xu

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: 2013

 Jumlah halaman: 312 hlm

ISBN: 978-979-22-9822-2

Aut vincere aut mori.
Pada novelnya kali ini,Lexie Xu kembali hadir dengan mengusung sebuah tema yang yang sama yaitu thriller.Namun dengan cara penyajian yang berbeda sehingga terkesan “segar”.Novel ini menceritakaan tentang para tokoh utamanya yang berusaha untuk menyelidiki dan membongkar kasus yang terjadi dalam seleksi suatu organisasi rahasia yang bernama The Judges.

The Judges adalah organisasi paling elit si SMA Harapan Nusantara.Organisasi inilah yang memiliki kekuasaan untuk mengatur pergantian kepala sekolah,mengatur kepengurusan OSIS,dan bahkan organisasi ini memiliki kekuasaan untuk mengeluarkan siapa saja yang berani menentang mereka.Identitas para anggotanya pun sangat dirahasiakan.Hanya kepala sekolah dan para dewan guru yang mengetahui identitas para anggotanya.Dan tahun ini,organisasi rahasia tersebut akan mengadakan seleksi untuk mengangkat anggota baru The Judges,dan dipilihlah sepuluh siswa yang dianggap paling berpengaruh dan dapat diandalkan di SMA Harapan Nusantara.Seleksinya dilaksanakan selama empat hari dan pada malam hari di sekolah supaya tidak ada orang yang tidak berkepentingan tahu akan adanya seleksi rahasia itu.

Di antara sepuluh siswa tersebut,ada tiga siswa yang dipandang sebagai yang paling patut diperhatikan secara khusus.Erika Guruh-siswi paling genius yang pernah dimiliki SMA Harapan Nusantara,peraih peringkat umum pertama di angkatannya,sekaligue pemilik daya ingat fotografis yang berarti ia tidak akan melupakan apa saja yang dilihat atau didengarnya.Kemudian ada Valeria Guntur-peraih peringkat umum kedua di angkatannya,ia terkenal dengan kemamouan olahraganya yang berada di atas rata-rata,dan yang terpenting ia adalah putri dari keluarga Guntur.Selanjutnya ada Rima Hujan-pelukis handal SMA Harapan Nusantara,ketua klub kesenian,dan memiliki penampilan mengerikan dengan rambut yang nyaris menutupi seluruh bagian wajahnya.Mereka bertiga inilah yang yang akan bekerja sama untuk memecahkan misteri yang terjadi dalam seleksi The Judges.

Seleksi The Judges ternyata tidak berjalan mulus.Bahkan baru pada malam pertama seleksi sudah menelan korban.Korbannya adalah salah satu calon anggota The Judges,dan mulai memunculkan dugaan bahwa anggota The Judgeslah pelakunya.Begitulah yang terjadi seterusnya,satu demi satu korban mulai berjatuhan sampai pada malam seleksi pada hari ketiga.Melalui korban-korban yang sudah berjatuhan,diketahui bahwa pelakunya menggunakan pistol dengan peluru berjenis nail gun.
Pada hari keempat,hari terakhir seleksi,surat yang menyatakan bahwa calon anggota yang tersisa diminta untuk berkumpul di ruang perpustakaan,dan tidak seperti biasanya,kali ini seleksi diadakan pagi hari,ketika jam pelajaran masih berlangsung.

Dan di sinilah klimaks ceritanya.

Ternyata surat yang dilayangkan kepada calon anggota The Judges bukan berasal dari Hakim Tertinggi The Judges,yang belakangan diketahui bernama Putri Badai yang juga adalah ketua OSIS dan ketua klub memanah,melainkan adalah Dicky Dermawan,pacar dari Putri Badai dan ketua klub judo.Bersama dengan Lindi,selingkuhannya,Dicky melakukan kejahatan ini.Juga bersama dengan Helen,salah satu calon anggota The Judges yang mendadak jadi sekutu Dicky dan Lindi.Yang paling terpukul dengan kenyataan ini tentu saja adalah Putri Badai.Rasanya sulit membayangkan orang yang ia cintai selingkuh dengan temannya sendiri.

Dicky mengupulkan seluruh calon anggota The Judges dengan tujuan untuk menghabisi mereka satu per satu.Namun upaya Dicky itu dapat digagalkan oleh Erika,Valeria,Rima,dan bala bantuan yang berasal dari Viktor Yamada,Leslie Gunawan,dan Ajun Inspektur Lukas yang diam-diam bersembunyi di tingkap langit-langit perpustakaan.Dengan mudah Dicky,Lindi,dan Helen dibekuk.Dan diketahui bahwa motif Dicky dan Lindi melakukan semua ini karena Dicky sebenarnya bosan pacaran dengan Putrid an lebih memilih Lindi.
Alasan Dicky tidak mau putus dengan Putri karena ia tidak mau kehilangan popularitas yang sudah ia dapatkan karena pacaran dengan ketua OSIS.Dicky sebenarnya benci untuk terus berpura-pura menjadi pacar Putri,dan kebencian itulah yang akhirnya ia lampiaskan kepada calon anggota baru The Judges.

Cerita ditutup dengan Rima dan temannya,Aria Topan,yang seperti sedang merencanakan sesuatu yang jahat kepada sang tokoh utama,Erika Guruh.Akhir cerita yang seperti ini tentu saja membuat para pembaca semakin penasaran dengan kelanjutan cerita dari Omen Series ini.

Melalui bahasa dan penuturannya yang sederhana,Lexie Xu nampaknya telah berhasil merebut perhatian para pembacanya.Gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami,karena terkadang menggunakan istilah-istilah anak muda,menjadikan Lexie Xu memiliki sebuah nilai plus.Mungkin itulah yang membuat Lexie Xu mampu membawakan nuansa yang berbeda untuk para pembaca teenlit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar